Senin, November 1

Panggilan sayangku

Saya bersyukur orang tuaku memberi nama aku dengan "Kamalia Rahman"
nama yang simple tapi penuh makna :D

dari aku kecil hingga aku SMA buuuuaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk banget panggilan buat aku :p
Dari awal aku diberi nama panggilan "LIA" tapi waktu aku kecil aku sering dipanggil "yol" yang diambil dari kata tuyol,, tau kenapa?? soalnya dulu badanku kuntet-kecil kaya tuyul,, panggilan itu lama kelamaan berubah menjadi "Jungli" nggak tau tu mbak ku dapet inspirsai darimana manggil aku pake kata2 itu.."LIK" juga ada, panggilan orang secara cepet,,coba aja disebutin berulang ulang:)
Ada lagi panggilan laennya,, semenjak kakakku yang pertama pindah ke Bali, setiap dia pulang ke Jogja selalu memanggilku dengan kata "Cilik" ditambah lagi dengan panggilan dari bapakku "Ragil" karna aku anak paling bontot.
Seiring dengan aku masuk smp,, ada beberapa temanku yang memanggil dengan sebutan "KAM" bahkan "KAMAL". Hhhhmmmm mulai SMA namaku menjamur alias jadi banyak. Ada yang manggil aku dengan "MAL" "KAMAL"

Sabtu, Oktober 30

Aku sangat senang hari ini





Hari ini sangat menyenangkan^^
Mulai dari bangun pagi,, di bangunkan sama ibuku. Katanya "di luar hujan abu lhooo liii" aku langsung terperanjat liat keluar, ternyata benar, walaupun masih gelap tapi abu nya keliatan menutupi daun-daun dan pepohonan. Lanjut Shalat shubuh.
Rasa pengen rehat dan tidur lebih lama menyergapku, "ini hari sabtu ya???" masuk sekolah dooonggg :(
tapi rasa membolos sekolah lebih besar dari pada rasa pengen sekolahnya. aku putuskan bolos sekolah, setelah merayu-rayu bapak dan ibu, akhirnya di bolehin. alasanku capek semalem pulang dari foto BTS ampe jam 8 malem,, pulangnya kehujanan pula. banjiiirrr dimana2,, akhirnya boleh deh. tidur lagiii mape jam setengah 8. bangun lagi, liat keluar waw,halaman rumahku jadi putih. langsung ambil kamera jepret sana jepret sini. setelah tanya ke temen2 ternyata sekolah di pulangin ampe jam 8 doang.

Jumat, Oktober 22

yang tak kan pernah tersampaikan

hi tawa yang ada disana.
sebelumnya sedih sudah muak dengan semuanya.
sedih sudah bosan dengan semuanya.
bukankah itu manusiawi??
apakah tawa bangga dengan semua itu??
halooo,, di atas langit masih ada langit,,
puaskah hasrat tawa dengan bersembunyi dibalik sebuah
kata kasihani,,
sehingga tawa mewujudkannya dengan cara itu.
bukankah seharusnya merangkul bersama seperti kawanku
bukan malah menggurui, seperti tawa ini
tekanan itu mengganggu sedih
kenapa tak ada ruang bebas berekspresi??
kenapa muram tak keluar dari garisnya
kenapa mesti semestinya
tapi yang sedih mengetahui apa dibalik itu
tawa ingin dilampiaskan
bukankah begitu??
tak perlu dittutupi, jelas.
lelah dengan itu semua

Kamis, Oktober 21

Minggu, Oktober 10

apakah??

apakah semuanya dilihat dari luarnya saja??
atau apakah cantik selelalu mengalahkan yang bisa saja,,, ?
apakah tinggi selalu mengalahkan yang pendek??
apakah putih selalu mengalahkan hitam
dan apakah cerewet selalu mengalahkan pendiam

dan apakah aku akan terkalahkan???